sorrry nih keluar dari jalurnya cuma just info
about grandmaster 
:
Hey

Bagi yang suka main catur, kalian pasti punya idola kan? Pengen jadi kayak mereka suatu saat nanti?

Hehe, aku juga gitu kok. Gimana yaa rasanya bisa dapat gelar “Grandmaster”? Uhh, pastii bangga banget yaa.

Nah, kalo gitu kalian perlu tau dulu dong siapa aja Grandmaster kita?

Eh, tapi jangan jauh-jauh dulu nyarinya. Kita sebagai negara Indonesia
harus bangga donk punya Grandmaster juga loh! Pada penasaran kan? Wkwk,
nih simak aja yahh dibawah ini. Semoga kelak kita bisa jadi kayak
mereka.

Ohyaa, semoga bermanfaat yaa kawan-kawan
Grandmaster (disingkat GM) adalah gelar tertinggi
yang diberikan oleh organisasi catur internasional, Federation
Internationale des Echecs(FIDE) , yang dapat dicapai oleh seorang
pecatur. Selain gelar “Juara Dunia”, Grandmaster adalah gelar tertinggi
yang dapat dicapai oleh seorang pemain catur. Ini adalah gelar seumur
hidup. Gelar ini, bersama dengan dua gelar lain dari FIDE (Master
Internasional dan
Master FIDE ) dapat diperoleh baik oleh laki-laki maupun perempuan. Ada
juga gelar GMW (Grandmaster Wanita), meskipun nama ini sebenarnya
keliru dari segi tata bahasa. Gelar ini diberikan untuk tingkat
kecakapan antara seorang Master FIDE dan Master Internasional. FIDE juga
memberikan gelar Grandmaster bagi para penyusun dan pemecah problem
catur, sementara Federasi Catur Korespondensi
Internasional (International Correspondence Chess Federation)
menganugerahkan gelar Grandmaster catur korespondensi internasional.
Berikut merupakan berapa orang grandmaster yang telah dimiliki Indonesia :
1. Herman Suradiradja

Herman Suradiradja
(Sukabumi, 14 Oktober 1947)
adalah seorang pecatur Indonesia. Herman adalah pecatur Indonesia
yang pertama kali meraih gelar Grand Master. Herman adalah putra ke 7
dari Raden Sudarma Suradiradja (Tokoh Pasundan)
Herman menjadi juara nasional tahun 1975. Kemudian meraih norma Master
Internasional tahun 1976. Pendidikan catur diperoleh Herman di Bulgaria.
Ia mendapatkan semua norma GM-nya di negara itu. Norma pertama
di Primorsko tahun 1977, yang kedua dan terakhir di Plovdiv setahun
kemudian. Sayang sekali setelah mendapatkan gelarnya Suradiradja tidak
mampu menunjukkan kelasnya sebagai seorang GM dengan performa yang
memadai. Ratingnya yang rendah juga tidak membantu.
2. Utut Adianto

Utut Adianto Wahyuwidayat
(Jakarta, 16 Maret 1965)
adalah seorang pecatur yang sering dianggap sebagai yang terbaik yang
pernah dimiliki Indonesia. Ia adalah Grandmaster (GM) Indonesia
berperingkat tertinggi di dunia saat ini. Saat meraih gelar grand
master, ia adalah pecatur Indonesia termuda yang berhasil mencapai
prestasi ini, yaitu pada usia 21 tahun. Sejak saat itu, prestasi
tersebut telah berhasil dilewati pecatur muda lainnya, Susanto
Megaranto, yang menjadi GM pada usia 17 tahun. Utut sempat menjadi grand
master super pada tahun1995-1999, saat ELO ratingnya melebihi 2600.
Ia pernah masuk peringkat 100 besar dunia pada Juli 2001 dengan ELO
rating 2598. Bersama dengan Machnan R. Kamaluddin, Ir. Eka Putra Wirya
dan Kristianus Liem, ia mendirikan Sekolah Catur Utut Adianto pada 1
Juli 1993, yang telah melahirkan beberapa pecatur nasional.
3. Edhi Handoko

Edhi Handoko
(Solo, 28 Agustus 1960 – Cibinong, 17 Februari 2009)
adalah Grandmaster catur keempat Indonesia. Grand Master Edhi Handoko
telah menorehkan prestasi baik nasional maupun internasional dan
catatan prestasi terbaiknya dibuat saat meraih gelar Grand Master tahun
1994 dengan rating Elo 2.495. Ia meraih gelar Master Nasional pada tahun
1978, dilanjutkan Master FIDE dan Master Internasional pada tahun 1982.
Di tingkat internasional ia delapan kali membela tim Indonesia sebagai
pemain yakni tahun 1980, 1982, 1984, 1986, 1988, 1992, 1994, dan 2000.
Ia menjabat sebagai kapten tim putri Indonesia tahun 1990 dan kapten tim
putra tahun 2006 dan 2008. Selain itu di tingkat internasional ia juga
merebut medali perak beregu SEA Games 2003 dan juara beregu Antarkota
Asia tahun 1993 dan 1994.
4. Ruben Gunawan

Ruben
(Jakarta, 17 April 1968 – Manado, 28 Agustus 2005)
adalah seorang pecatur asal Indonesia. Ia merupakan salah satu dari
tujuh pecatur bergelar Grandmaster di Indonesia. Ruben sedikitnya
tercatat dua kali memperkuat tim Indonesia pada Olimpiade Catur, yaitu
pada Olimpiade Istanbul tahun 2000 dan Olimpiade Calvia tahun 2004.
Prestasi lainnya adalah menjadi Juara Junior Asia (KU20)
tahun 1983 di Kuala Lumpur, Malaysia.
Ia meninggal dunia meninggal dalam usia 38 tahun karena penyakit jantung
dan pneumonia, yang pertama kali menyerangnya saat ia sedang membela
tim Indonesia pada Olimpiade Catur di Calvia. Peringkat terakhir Ruben
yang tercatat FIDE adalah urutan ke-1009 dunia (Juli 2005). ELO
ratingnya saat itu adalah 2463, sementara rating tertinggi yang pernah
dicapainya adalah 2467.
5. Herman Ardiansyah

Herman Ardiansyah
(Banjarmasin, 5 Desember 1951)
adalah salah satu pemain catur terkemuka di Indonesia. Ia telah
beberapa kali mewakili Indonesia dalam Olimpiade Catur. Pada 1986 ia
menjadi Grandmaster.
6. Irene Kharisma Sukandar

Irene Kharisma Sukandar (lahir di Jakarta, 7 April 1992; umur 20
tahun) adalah seorang pecatur Indonesia pertama yang berhasil menyandang
gelar Grand Master Internasional Wanita (GMIW) terhitung mulai Desember
2008.
Okee guys! Makasii yaa uda mau liat blog ku

Maaf banget kalo belum lengkap yaa ^^
Salam Sejahtera!